Panduan data produk untuk agentic commerce
Panduan praktis agar brand DTC membuat katalog lebih jelas, konsisten, dan mudah dipahami oleh search serta AI shopping.
Model praktis yang menggabungkan Search Console, insight AI Merchant Center, analitik pihak pertama, dan pemeriksaan manual di permukaan AI.

Visibilitas di pengalaman belanja berbasis AI makin penting, tetapi tidak bisa diukur seperti SEO tradisional. Produk bisa muncul di Google AI Mode, AI Overviews, Gemini, ChatGPT, atau Copilot tanpa jejak lengkap dari impresi, klik, kueri, sampai konversi.
Jawaban praktisnya bukan membuat dashboard trafik AI yang seolah sangat presisi. Tim perlu memisahkan bukti arah dari bukti yang kuat.
Pantau enam lapisan: kelayakan teknis, tren Search Console, Merchant Center AI performance insights jika tersedia, data pihak pertama seperti referrer dan UTM, perilaku halaman produk, serta pemeriksaan manual di permukaan AI.
Setiap lapisan menjawab pertanyaan berbeda. Menggabungkannya menjadi satu skor presisi justru berisiko menyesatkan.
Google Search Central menyatakan bahwa kemunculan di AI Overviews dan AI Mode masuk ke traffic Search Console secara keseluruhan, pada laporan Performance dengan tipe Web search. Ini berguna sebagai baseline, bukan atribusi AI Mode yang terpisah dan presisi.
Gunakan untuk membaca kelompok kueri, landing page, impresi, klik, dan CTR di sekitar tanggal perubahan halaman produk, structured data, FAQ, atau Merchant Center.
Pada 27 Mei 2026, Google Merchant Center mengumumkan AI performance insights untuk pengalaman belanja berbasis AI. Google menjelaskan share of voice, shopping funnel performance, product term insights, dan product attribute insights.
Peluncurannya terbatas. Google menyebut Amerika Serikat, Kanada, Australia, India, dan Selandia Baru. Jika laporan belum ada, pakai diagnosa produk, kesehatan feed, dan kelengkapan atribut sebagai sinyal proxy.
Simpan data yang bisa dikendalikan storefront: referrer, UTM, click ID jika ada, landing page, engagement halaman produk, add-to-cart, checkout start, order, dan survei pasca pembelian.
Discovery berbantuan AI bisa muncul sebagai direct, pencarian brand, referral umum, atau kunjungan kembali. Bandingkan cohort dan perilaku halaman daripada memaksa setiap order punya sumber AI yang presisi.
Buat prompt tetap untuk produk teratas: intent kategori, masalah, perbandingan, budget, pengiriman, dan retur. Jalankan secara berkala di permukaan AI yang relevan.
Catat apakah brand muncul, bagaimana produk dijelaskan, atribut apa yang disebut, kompetitor apa yang muncul, dan fakta apa yang salah atau kurang. Tujuannya menemukan gap data dan konten yang bisa diperbaiki.
Foundax membantu sisi owned storefront: data produk, metadata SEO, Product JSON-LD, konten multibahasa, sitemap, hreflang, workflow Search Console dan Merchant Center, serta field pihak pertama seperti referrer dan UTM.
Foundax tidak menjamin inklusi, ranking, atau rekomendasi di Google AI Mode, Gemini, ChatGPT, Copilot, atau permukaan AI eksternal lain. Foundax membantu membuat data dasar lebih bersih, konsisten, dan mudah divalidasi.
No. Google says AI features are included in overall Search Console Web search performance. Use it as a directional baseline unless a more specific report is available in the account.
Google describes share of voice, shopping funnel performance, product term insights, and product attribute insights for AI-powered shopping experiences, with rollout in selected countries.
Use fixed manual prompt sets, first-party referral and landing-page data, and post-purchase surveys. Treat the result as sampled evidence, not a complete impression report.
Eligibility, product attribute completeness, Search Console trends, Merchant Center diagnostics or AI insights, AI-referral cohorts, product-page engagement, add-to-cart, and revenue from surveyed AI-assisted discovery.
No. Foundax can help clean and validate owned product, SEO, content, and analytics signals. External AI surfaces decide what they crawl, cite, recommend, or rank.